14 Jenis Blog, Analisa dan Rekomendasi Terbaik Untuk Anda

Kiranya jenis jenis blog cukup penting dipahami oleh seorang pemula. Selain agar tidak terjerumus pada penyakit gonta-ganti topik dan domain, pemahaman tentang jenis blog akan memudahkan Anda membangun konsep blog yang apik.

Ada 14 jenis blog yang penting untuk dipahami. Semuanya terbagi berdasarkan modal, platform, konten dan tujuan.

Di BAB 1 ini, saya coba membahasnya secara detail sekaligus memberikan rekomendasi terbaik untuk Anda.

Di akhir BAB, saya juga memberikan salah satu cara yang sering saya gunakan dalam memilih niche yang tepat.

Seperti apa caranya?

Mari belajar dari sini.

1. Jenis Blog Berdasarkan Modalnya

jenis blog

Catting a.k.a Catatan Penting.

Persepsi modal di sini ialah biaya awal saat pembuatan blog. Bukan biaya yang sifatnya berkelanjutan.

A. Blog Gratisan

Saya sebut jenis blog gratisan, karena Anda hanya perlu modal email untuk membuatnya. Tidak perlu domain, hosting, template untuk membuat blog. Hanya perlu email, cukup.

Kelebihan 👍🏼

  • Tidak dibebani biaya apapun, baik tagihan domain, hosting dan template. Anda bebas untuk berkarya dengan santai dan tanpa tekanan.
  • Platformnya sangat banyak, bahkan sampai ratusan. Silahkan baca selengkapnya di daftar web 2.0 terbaik.
  • Simpel dan sangat cocok untuk belajar menulis, coding sederhana dan mengenal dunia blogging dasar.
  • Tersedia banyak template gratisan, khususnya untuk platform Blogspot dan WordPress
  • Cukup fleksibel bila Anda sedikit paham soal HTML dan Java Script.

Kekurangan 👎🏼

  • Kapasitas terbatas. Bahkan ada beberapa platform yang hanya menyediakan 10 postingan saja untuk 1 akun blog.
  • Banned sewaktu-waktu. Jika suatu saat Anda melakukan pelanggaran, ada kemungkinan blog Anda bisa dibanned / dinonaktifkan oleh pihak penyedia. Jadi, usahakan baca dulu aturan yang berlaku sebelum membuatnya.
  • Fiturnya sederhana dan terbatas. Tidak bisa berharap banyak dari blog gratisan. Meski ada beberapa platform yang memberikan banyak fitur, namun ada juga yang sangat terbatas.
  • Kurang profesional. Tidak bisa dipungkiri, blog yang menggunakan sub domain memang terkesan kurang profesional. Ini terbukti dengan adanya kontes SEO yang mengharuskan blog berdomain TLD.
  • Performa kurang. Sebagaimana yang saya tulis di artikel Belajar Ngeblog, situs populer bernama Blogging Wizard pernah menyampaikan bahwa situs berbayar memiliki potensi lebih baik 34% daripada situs biasa (alias situs gratisan).

Rekomendasi 👌🏼

Blog gratisan sangat direkomendasikan untuk pemula, yang belum mau mengeluarkan modal / belum memiliki modal.

Ini sangat cocok untuk tahap pengenalan dunia blogging sekaligus belajar menulis konten SEO di blog.

Tanpa beban, tanpa tekanan.

B. Blog Berbayar

Saya sebut jenis blog berbayar, karena Anda perlu modal awal agar blog tersebut terbangun lebih baik. Baik sekedar untuk beli domain, template, hosting, backlink maupun yang lain.

Biaya yang dibutuhkan sangat relatif. Tergantung seperti apa blog yang ingin Anda bangun. Bisa murah, bisa juga mahal.

Kelebihan 👍🏼

  • Jika Anda beli domain, blog Anda satu tingkat lebih profesional. Blog tersebut akan menjadi identitas Anda secara online.
  • Bila Anda sewa hosting, blog Anda dua sampai tujuh tingkat lebih profesional. Bukan hanya sangat fleksibel dan fiturnya yang melimpah, Anda bebas membangun blog seperti apapun yang Anda mau.
  • Apalagi jika Anda membeli theme premium, ini akan memudahkan Anda memiliki blog yang top profesional.
  • Selagi Anda membangun blog dengan menyewa hosting, Anda terbebas dari aturan dan banned. Konten apapun bisa Anda buat, sekalipun itu negatif. Sebab semua tanggung jawab ada di tangan Anda, bukan di tengan penyedia hosting.
  • Soal performa juga tentu lebih baik. Semua fitur yang tersedia akan menunjang blog Anda lebih baik 10 sampai 34% lebih optimal.

Kekurangan 👎🏼

  • Semua hal ada di tangan Anda, termasuk keamanan, perawatan, dan lain sebagainya. Bila teledor, bukan hal yang mustahil blog Anda bisa diretas.
  • Tagihan bulanan / tahunan. Yaps, sejatinya domain dan hosting sifatnya bukan lifetime, melainkan sewa. Anda harus menyiapkan dana tiap mau jatuh tempo. Ini akan terasa berat bila Anda belum menghasilkan apa-apa dari blog. Kecuali Anda memang dari kalangan berkecukupan.
  • Kapasitas terbatas. Meski fitur yang tersedia melimpah, namun kapasitas penyimpanan sangat terbatas. Sesuai kapasitas hosting yang Anda sewa. Namun kelemahan ini bisa diakali bila Anda mengkombinasikan hosting dengan penyimpanan pihak ke tiga, seperti Google Drive.
  • Ribet. Karena ini berbayar, fiturnya banyak, maka konfigurasi yang dibutuhkan juga banyak. Jujur saja, menjalankan blog berbayar sangat tidak sederhana. Ada banyak aturan yang mesti Anda jalankan, sekalipun hanya sekedar posting artikel.

Rekomendasi 👌🏼

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, istilah berbayar di sini ialah modal awal. Bisa sekedar domain, hosting, template / theme, backlink, script maupun tools.

  • Modal 100 ribu. Ini cocok buat beli domain yang dikombinasikan ke blogspot. Ini udah mantab banget sebagai latihan membangun blog yang lebih profesional.
  • Modal 300 ribu. Ini cocok buat beli hosoting yang gratis domain. Ini juga mantab banget buat belajar WordPress self host. Saya sangat menyarankan ambil ini bila Anda memiliki modal setidaknya 300-400 ribu.
  • Modal 500 ribu. Ini cocok buat beli hosting + domain + artikel SEO. Kenapa artikel SEO? agar Anda bisa belajar dan mengamati bagaimana proses penulisan artikel SEO. Ini lumayan banget dan banyak ilmunya.

Jadi jenis blog berbayar bagi pemula tidak melulu soal hosting / wordpress self host. Ambil yang lebih efektif saja. Bila Anda mampunya modal 100 ribu, ya cukup beli domain dan kombinasikan dengan blogspot.

Itu udah cukup banget, bahkan masih sisa jika sewaktu-waktu ada promo.

2. Jenis Blog Berdasarkan Platformnya

jenis blog

Saya persepsikan Anda adalah seorang pemula. Jadi Anda membutuhkan platform untuk membuat sebuah blog, alias tidak membangun sendiri dari 0.

A. Free Blog

Free blog atau blog gratisan ialah platform blogging yang disediakan oleh pihak ketiga, baik hosting, domain maupun layanan lainnya.

Tersedia layanan space hosting + sub domain gratis dari jenis blog ini.

  • Contohnya : Blogspot.com, WordPress.com, dan web 2.0 lainnya.

Rekomendasi 👌🏼

Blog gratisan cocok buat Anda yang ingin belajar menulis, ngeblog tanpa modal awal, atau ngeblog modal domain TLD.

B. Self-Hosting Blog

Karena judulnya self-hosting, maka harus modal hosting untuk membangun sebuah blog. Seperti kisaran besaran modal yang saya tunjukkan di atas, Anda hanya perlu biaya 300-400 ribu saja.

Catting! Modal untuk sewa hosting sangat variatif. Biaya tersebut hanyalah batas minimum.

  • Contohnya : Candrabi.com, Panduanmenulis.com.

Rekomendasi 👌🏼

Cocok banget buat Anda yang punya modal 300 ribuan dan ingin belajar ke arena yang lebih profesional. WordPress self host udah cukup buat belajar tempur di dunia blogging. Tapi jika Anda ingin pakai CMS lain, ya nggak apa-apa.

Bila Anda kepo bagaimana perbedaan Blogspot dan WordPress Self Host, silahkan baca BAB 2 yang membahas tuntas soal Blogspot atau WordPress Self Host.

C. Jurnalisme Warga

Maxmanroe menyebutnya sebagai Citizen Journalism Blog, kalau saya Jurnalisme Warga.

Blog Jurnalisme Warga ialah platform blog yang sifatnya micro-blogging dan shared published. Dalam kata lain, Anda bisa membuat blog sendiri, namun untuk konsep publikasi sifatnya bersama-sama. Sehingga yang tampil di beranda platform bukan hanya tulisan Anda, tetapi juga tulisan pengguna lain.

  • Contohnya : Qureta.com, Kompasiana.com, Hipwee.com, IDNtimes.com, dll.

Rekomendasi 👌🏼

Ini saya rekomendasikan khusus Anda yang ingin mengasah dan menguji kemampuan menulis. Pure kemampuan menulis. Tanpa coding, dan embel-embel lainnya.

Anda akan bersaing dengan penulis hebat lainnya. Tolak ukur keberhasilan Anda ialah bukan menempati laman 1 Google, tetapi masuk ke kolom Populer Post /tampil di Beranda platform.

  • Keunggulan platform ini saya tulis khusus di artikel Manfaat Menulis di Platform Jurnalisme Warga.

D. Forum Blog

Ada yang setuju forum dikategorikan sebagai blog. Ada pula yang tidak setuju, forum ya forum.

Tapi saya menilai dari fungsi substansinya, yakni menulis. Selagi forum tersebut bisa digunakan untuk menulis-panjang, sudah pantas disebut blog.

Forum blog menurut hemat saya pribadi, ialah ruang yang diberikan kepada membernya untuk menulis konten, berkomentar atau berbagi informasi (baca: teks, gambar, vidieo / file lainnya).

Forum blog sifatnya gratis. Anda tidak perlu mengeluarkan modal awal untuk membuatnya. Cukup email dan melengkapi data diri yang diminta.

  • Contohnya : Kaskus.co.id, Bersosial.com, dll.

Rekomendasi 👌🏼

Biasanya ya, biasanya, blogger yang sudah lama ngeblog pasti nimbrung ke forum online.

Bila Anda ingin merasakan menulis dengan nuansa sosial yang tinggi, potensi views besar dan langsung disambar komentar, ngeblog di forum online sangat direkomendasikan.

Tanpa modal!

  • Keunggulan platform ini saya tulis khusus di artikel Manfaat Menulis di Forum Online.

3. Jenis Blog Berdasarkan Kontennya

Blog juga diklasifikasikan berdasarkan konten atau isinya. Beda konten, beda konsep, beda pula cara membangunnya. Karenanya, pahami jenis-jenis kontennya agar Anda bisa memilih konten yang pas.

A. Personal Blog

Personal blog adalah jenis blog yang dibangun sebagai catatan harian online pribadi. Isinya bebas. Tidak ada ketentuan apapun untuk menulis. Anda bisa menulis sekehendak hati Anda. Curhat, boleh. Opini, boleh. Ghibah pun, boleh. Bebas!

Karena sifatnya personal, tentu sangat fleksibel. Anda bisa membuatnya menggunakan web 2.0, forum blog, jurnlisme warga, maupun self-hosting blog.

Bebas. Suka-suka Anda.

  • Contohnya : Blog sahabat saya, Dzofar.com / blog saya sendiri, Candrabi.com

Rekomendasi 👌🏼

Personal blog saya rekomendasikan buat Anda yang baru belajar menulis. Yaps, baru belajar menulis.

Awali proses pembelajaran Anda dengan menulis topik-topik yang berkaitan dengan diri Anda sendiri. Seperti pengalaman, cinta, keluarga, pekerjaan maupun pertemanan.

Topik curhat pun tak apa-apa, yang penting Anda membiasakan diri membuat karya tulis. Lama kelamaan Anda akan terbiasa dan mulai bisa berekspansi ke topik yang lebih objektif.

B. Niche Blog

Niche Blog adalah jenis blog yang fokus pada satu pembahasan spesifik. Sangat spesifik, kata Elegantthemes.

jenis blog

Jenis blog ini fokus pada satu bahasan saja. Mengupas hal tertentu, baik dari segi kekuatan, kekurangan, hingga info terbarunya.

Menurut hemat saya pribadi, jenis blog ini kurang cocok buat pemula. Kecuali Anda memiliki background yang kuat pada bidang tertentu, seperti hobi yang sudah digeluti bertahun-tahun.

Saya katakan kurang cocok, karena Anda masih perlu penyesuaian-penyesuaian. Penyesuaian pada hal-hal teknis, penyesuaian pada optimasi, hingga membangun blog yang menghasilkan uang.

  • Contohnya : PanduanIM.com (blog ini fokus membahas pemasaran digital).

Rekomendasi 👌🏼

Niche blog saya rekomendasikan setelah Anda menguasai dasar-dasar ngeblog, teknik menulis artikel SEO, optimasi SEO Onpage, optimasi SEO Offpage dan SILO SEO.

Untuk membangun niche blog tidak ada syarat khusus, kecuali nama blog / domain yang spesifik. Makin identik nama domainnya, makin bagus brandingnya.

Pakai blogspot bisa?

Bisa. Cukup modal domain yang identik.

Mau pakai blog gratisan, self host, jurnalisme warga, maupun blog forum, bisa.

Intinya satu, fokus pada satu topik.

C. Multi-Niche Blog

Sebetulnya hampir sama dengan niche blog. Bedanya, jika niche blog membahas satu hal spesifik, maka multi-niche blog membahas beberapa hal secara spesifik.

  • Contohnya : Leskompi.com, Maxmanroe.com, dll.

Rekomendasi 👌🏼

Setelah Anda berhasil membangun satu niche blog, silahkan naik tingkat ke level multi-niche blog.

D. News Blog

News blog sebutan saya pribadi untuk jenis blog berita / media online. Jenis blog news membahas banyak topik dan sifatnya aktual.

Meski belakangan ini media online mulai menerapkan penulisan feature, namun pada dasarnya aktualitas tetap menjadi prinsip utamanya.

News blog biasanya dibangun oleh suatu kelompok atau perusahaan media. Untuk membangunnya tidak cukup menggunakan blog gratisan, dibutuhkan kemampuan khusus dan tenaga ahli.

Catat, news blog umumnya bersifat cepat, aktual, banyak topik dan pasti multi-niche.

  • Contohnya : Detik.com, Kompas.com, Tempo.co, dll.

Rekomendasi 👌🏼

Tidak saya rekomendasikan untuk pemula.

E. Profesional Blog

Profesional blog ialah jenis blog yang dibangun oleh seorang profesional. Isinya bebrsifat ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Umumnya yang membangun blog ini ialah pengajar atau akademisi.

Apakah harus akademisi?

Tidak harus. Blog yang fokus pada satu pembahasan saja / niche blog, juga bisa naik level menjadi profesional blog.

Hanya saja, cara penulisannya harus terlihat profesional. Terstruktur, sistematis dan berbasis data.

  • Contohnya : Nadirhosen.net, Penasihathosting.com, PanduanIM.com, dll.

Rekomendasi 👌🏼

Menurut hemat saya, semua blogger, termasuk saya, harus bercita-cita memiliki profesional blog. Jenis blog yang fokus membahas satu topik, ditulis secara komprehensif, radikal dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika Anda ingin membangun profesional blog yang optimal di mesin pencarian, mau tidak mau Anda harus belajar teknik SEO.

Namun bila Anda tidak ingin bersaing di mesin pencarian dan pure profesional blog, Anda bisa memulainya sekarang.

Soal apa saja yang dibutuhkan, itu kembali ke kemampuan finansial masing-masing.

Selain beberapa jenis blog di atas, sebetulnya masih banyak jenis blog lainnya. Tapi saya kira 5 saja sudah cukup.

4. Jenis Blog Berdasarkan Tujuannya

jenis blog

Sebelum membangun blog Anda harus memiliki tujuan yang jelas. Dari tujuan tersebut kemudian bisa dibuat turunan rencananya, konsepnya hingga pengelolaannya.

Beda tujuan, bedal pula modalnya. Beda tujuan, juga beda platform yang harus digunakan. Semua menyesuaikan tujuan itu sendiri. Karenanya, ketahui dulu jenis blog berdasarkan tujuannya.

A. Belajar Menulis

Tak sedikit penulis pemula yang menjadikan blog sebagai panggung belajar sekaligus berbagi. Berlatih menuangkan apa yang telah dibaca, menerjemahkan ide-idenya menjadi karya sastra, atau belajar ilmu jurnalistik.

Tidak ada embel-embel cari uang, menjual jasa, apalagi cari masalah :p. Pure belajar menulis.

Rekomendasi 👌🏼

Bila demikian, saya rekomendasikan Anda menggunakan jenis blog gratisan saja. Anda akan lebih fokus ke karya tulis ketimbang aturan teknis yang cukup merumitkan.

Suka tantangan?

Silahkan nimbrung ke blog jurnalisme warga layaknya Qureta.com. Bukan hanya dari segi kualitas tulisan yang akan terasah, Anda juga akan tertantang untuk bersaing dengan penulis lain.

Fokus Anda hanya menulis, menulis dan menulis.

Kalau ingin lebih fleksibel, santai, namun tetap elegan, silahkan menulis di Medium.com.

B. Publikasi Karya

Jenis blog ini isinya full 100% karya.

Jenis blog publikasi karya tepat buat Anda yang giat membuat karya. Karya di sini tidak harus berupa teks, bisa juga berupa grafis, voice, dan video.

Meski blog identik dengan teks, namun tak sedikit blogger yang lebih memilih blog untuk menerbitkan karyanya.

Semua bergantung pada kenyamanan masing-masing. Menerbitkan karya grafis di Instagram, bagus. Dan akan lebih bagus lagi bila diterbitkan di Instagram + Blog.

Pun dengan video maupun audio. Kalau Anda suka podcast, tak ada yang salah bila podcast Anda diterbitkan di Spotify + Blog.

Karena format karya banyak jenisnya, maka dalam pembuatannya Anda perlu sedikit modal. Menyesuaian dengan konsep blog yang ingin Anda bangun. Apakah hanya sekedar publikasi ala kadarnya / publikasi profesional.

Dalam konteks ini saya persepsikan Anda tidak ada masalah soal modal. Jadi, biaya domain, hosting, theme, maupun kebutuhan lain, mengikuti konsep karya yang Anda buat.

Rekomendasi 👌🏼

Silahkan menggunakan jenis blog self-hosting. Dengan begitu Anda akan lebih fleksibel mengatur penerbitan karya Anda. Tidak ada bayang-bayang aturan, apalagi ancaman dinonaktifkan / banned.

Pengelolaan 100% ada di tangan Anda. Anda bebas menerbitkan karya apa saja, kapan saja dan dalam bentuk apa saja.

C. Mencari Uang

Nah, ini yang Anda tunggu-tunggu kan? saya tahu kok.

Maxmanroe menyebut jenis blog ini sebagai Monetisasi blog, yakni blog yang dibangun dengan tujuan mendapatkan penghasilan / mencari uang.

Menurut hemat saya, blog yang dibangun dengan motivasi “penghasilan” terbagi menjadi 4 tipe;

  • Blog Ads : Blog yang mengandalkan iklan sebagai sumber penghasilan
  • Blog Transaksi : Blog yang menjual produk maupun jasa sebagai sumber penghasilan
  • Blog Lomba : Blog yang aktif dalam kompetisi, baik SEO maupun menulis, sebagai sumber penghasilan
  • Blog Karya : Blog yang aktif menerbitkan karya dan sifatnya berbayar bila ingin mengaksesnya

Pertanyaannya, Anda ingin berada di tipe yang mana?

Rekomendasi 👌🏼

Blog Ads. Secara modal, Anda tidak harus modal domain maupun hosting. Karena blog gratisan pun juga bisa menerbitkan iklan. Tapi menggunakan blog berdomain TLD / self-host tentu lebih baik.

Blog Transaksi. Ingat, Anda ingin bertransaksi. Terserah mau transaksi produk ataupun jasa. Jadi mau tidak mau Anda harus tampil maksimal dan powerfull. Tak perlu bertanya, butuh modal atau tidak, Anda bisa menyimpulkannya sendiri.

Blog Lomba. Ada lomba yang membolehkan blog gratisan. Ada juga lomba yang mengharuskan pesertanya menggunakan blog TLD. Tapi saran saya, lebih baik beli saja domain TLD, toh juga demi kebaikan dan jangka panjang.

Blog Karya. Saran saya Anda menggunakan self-hosting + domain. Itu sudah sangat cukup untuk menampung karya-karya Anda sekaligus membuatnya premium.

5. Cara Memilih Jenis Blog

Cara memilih jenis blog sebetulnya gampang. Cukup lihat isi dompet dan tujuannya.

Urusan modal, untuk awal pakai yang gratisan saja sudah cukup. Dengan jenis blog gratisan Anda sudah bisa belajar banyak tentang ilmu blogging.

Bila ada sedikit modal, 200 – 400 ribu, saya sarankan pakai yang self host. Ini akan memberikan pengalaman yang jauh lebih baik ketimbang blog gratisan.

Keribetan yang terjadi saat pakai blog self-host akan mengantarkan Anda menjadi blogger profesional. Dari kerumitan itulah Anda dibentuk menjadi problogger. Percayalah!

Urusan modol, 200 – 400 ribu sudah sangat cukup. Itu cukup untuk membangun blog jenis apapun dan dengan konsep apapun. Selama dalam batas kewajaran ya.

Jadi kembali ke pertanyaan awal. apa tujuan Anda ngeblog?

Jawaban itulah yang akan menuntun Anda harus memilih jenis blog yang mana.

Semua sudah saya jelaskan, baik, buruk dan rekomendasinya. Sekarang keputusan ada di tangan Anda.

6. Cara Memilih Niche Blog

jenis blog,

Ini cara saya pribadi. Jika cocok, silahkan ditiru. Bila tidak cocok, abaikan saja.

  • Memastikan saya NYAMAN menulisnya
  • Memastikan saya paham dan bisa mempelajarinya
  • Memastikan sumber konten / bahan konten MELIMPAH
  • Memastikan jumlah pencarian tinggi dan lemah secara persaiangan
  • Memastikan ada fans / pengguna aktif pada topik tersebut (nilai tambah)

Simulasinya;

  • Tahap 1

Ketika saya ingin membangun blog TEKNOLOGI, saya cukup memilih 1 topik tentang TEKNOLOGI.

  • Tahap 2

Katakanlah saya memilih SMARTPHONE. Maka saya perlu mengambil 1 bagian kecil dari SMARTPHONE tersebut. Biasanya saya memilih MERK.

  • Tahap 3

Dari sekian MERK SMARTPHONE, katakanlah saya memilih XIAOMI.

Nah, dari sini saya sudah bisa menentukan niche blog saya apa, yakni Smartphone Xiaomi / All About Xiaomi Smartphone.

Apa yang saya dapatkan?

  1. Misal saja saya memiliki smartphone Xiaomi, tentu akan mempermudah saya membuat konten berdasarkan user experiennce
  2. Saya memiliki pembaca berbasis fans yang loyal pada Xiaomi
  3. Saya tidak bingung kemana harus membagikan konten setelah dibuat
  4. Saya juga memiliki sumber / bahan untuk membuat konten yang super melimpah
  5. Xiaomi juga merupakan salah satu Brand yang semangat mengeluarkan tipe baru
  6. Untuk mencari domain yang unik juga lebih mudah
  7. Saya bisa menawarkan kerja sama dengan pihak Xiaomi / anak perusahaan Xiaomi / Xiaomi Store karena fokus dan loyal mengulas produknya di blog

Mudah kan caranya? kalau masih bingung, silahkan hubungi saya via Kontak.

7. Rekomendasi Terbaik Untuk Anda

Bacalah simulasi “JIKA” berikut ini untuk mulai dari mana.

A. Ketika Baru Memulai

  • Jika Anda belum pernah ngeblog sama sekali
  • Jika Anda baru mengenal platform blogspot
  • Jika Anda belum pernah beli domain TLD
  • Jika Anda belum kenal SEO
  • Jika Anda belum kenal Google Search Console
  • Jika Anda belum kenal Google Analytic
  • Jika Anda belum kenal Adsense
  • Jika Anda baru mulai belajar

Rekomendasi saya;

  • Membuat blog gratisan dari blogspot
  • Tidak harus beli domain. Bila mampu, lebih baik beli
  • Buatlah blog personal yang isinya tidak jauh dari kehidupan Anda
  • Tulis saja dengan gaya bebas. Yang penting, Anda membiasakan diri menulis di blog
  • Sambil belajar menulis, silahkan belajar tentang cara kerja blog dan ruang lingkup blogger
  • Jangan bosan belajar dan membaca blog orang lain untuk menambah wawasan
  • Terus belajar hal-hal teknik yang berkaitan dengan blogging dan optimasi
  • Nimbrung ke grup-grup blogger di media sosial / forum online

B. Ketika Ingin Menghasilkan Uang

  • Jika Anda sudah mengenal Google Search Console
  • Jika Anda sudah mengenal Analytic
  • Jika Anda sudah paham teknik menulis artikel SEO
  • Jika Anda sudah kenal teknik SEO dasar Onpage dan Offpage
  • Jika Anda sudah konsisten menulis
  • Jika Anda sudah tahu cara kerja Adsense
  • Jika Anda sudah memiliki produk
  • Jika Anda sudah mahir dalam suatu bidang
  • Jika Anda sudah memiliki pembaca setia
  • Jika mayoritas posisi konten Anda di laman 1/2 Google

Rekomendasi saya;

  • Silahkan build blog niche, makin spesifik makin bagus
  • Tentukan sumber pendapatan Anda, apakah ads, transaksi, kontes atau karya premium
  • Buatlah konsep penghasilan Anda sendiri dari sumber penghasilan yang Anda pilih
  • Mulailah menulis secara teratur, berdasarkan hasil riset keyword
  • Tingkatkan popularitas blog Anda, bisa dengan SEO, media sosial ataupun yang lain
  • Tingkatkan kualitas dan kuantitas transaksi Anda bila menjual produk / jasa
  • Perbagusi karya Anda, jika fokus kada konten premium / karya berbayar
  • Terus berjuang dan belajar, jika Anda pejuang kontes blog
  • Teruslah belajar dan belajar, menambah pengetahuan dan mengoptimalkan kinerja blog Anda
  • Kunci terakhir ialah KONSISTEN. Konsisten hingga blog Anda menghasilkan. Konsisten menulis. Konsisten optimasi. Konsisten mengikuti kontes. Konsisten berkarya. Konsisten memberikan pelayanan yang terbaik. Konsisten belajar.

C. Ketika Ingin Menjadi Full Time Blogger

  • Jika Anda ingin menjadi full time blogger
  • Jika Anda ingin penghasilan ngeblog cukup buat keluarga
  • Jika Anda ingin berpenghasilan setiap bulan, tiap pekan, bahkan setiap hari
  • Jika Anda sudah menguasai tools penting untuk ngeblog
  • Jika Anda sudah berpenghasilan dari Adsense minimal 7 kali PO
  • Jika transaksi Anda sudah stabil
  • Jika Member karya Anda sudah di atas 500
  • Jika Anda sudah menjuarai kontes 20 kali
  • Jika Anda sudah mahir menjalankan tools penunjang ngeblog

Rekomendasi saya;

  • Silahkan buat rencana jangka pendek dan jangka panjang
  • Rumuskan sumber penghasilan primer dan sekunder yang ingin Anda capai
  • Miliki sejumlah tools premium untuk menunjang kinerja blog dan pemercepat penghasilan Anda
  • Rumuskan manajemen ngeblog / manajemen kerja Anda
  • Tambah durasi ngeblog 2 sampai 4 jam dari jumlah jam kerja Anda biasanya
  • Selalu lakukan evaluasi tiap bulan untuk memperbaiki performa ngeblog Anda
  • Tingkatkan pendapatan blog Anda dengan menambah kuantitas blog
  • Tingkatkan jumlah transaksi Anda dengan menambah kualitas layanan maupun kualitas produk
  • Kembangkan karya Anda agar member blog Anda bertambah
  • Jangan sesekali berdiri pada satu kaki penghasilan. Minimal 3 kaki penghasilan agar tetap stabil bila ada kendala sewaktu-waktu
  • Bekerjalah secara efekif dan disiplin
  • Tetap belajar dan mengikuti kurus untuk menambah wawasan dan nilai kualitas layanan / produk

SELESAI

8. Kesimpulan

Untuk pemula, saya rekomendasikan Anda memahami semua jenis jenis blog. Dengan memahami jenis blog, Anda akan lebih mudah dalam membangun perencanaan, sekalipun memilih jenis blog yang pepat.

Tolak ukur keberhasilan Anda di sini ialah konsisten dengan apa yang sudah Anda pilih.

Selagi Anda masih suka ganti-ganti jenis blog, saya simpulkan Anda tidak memahami materi ini dengan baik. Bacanya loncat-loncat, atau tidak konsentrasi.

Beda cerita bila Anda membaca materi jenis blog ini dengan seksama, syukur-syukur membuat ringkasannya. Saya yakin blog yang Anda bangun akan jauh lebih baik dan terkonsep. Tidak asa-asalan, dan tidak pula ala kadarnya.

Baik, demikian basa basi kali ini. Cukup panjang dan membosankan, ya kan?

Semoga bermanfaat. Bila ada kurang lebihnya, saya mohon maaf.

Oh ya, jika ada poin penting yang belum saya sampaikan / kekeliruan materi, bisa disampaikan melalui laman Kontak ya.

Terima kasih.

6 pemikiran pada “14 Jenis Blog, Analisa dan Rekomendasi Terbaik Untuk Anda”

  1. Wahh mantap ini, ilmunya daging semua 🙂
    Keren… keren…
    Terimakasih mas Candra atas ilmunya, semoga makin berkah.. Aamiin

    Balas
  2. Mantab mas ilmunya, saya juga belajar ngeblog baru 3 bulan yg lalu semoga sukses doain ya mas. Modal hp doang nge blognya hehehe semoga bisa dpet penghasilan dri blog ini untuk beli laptop,kemaren juga sudah di aprove adsense,

    Balas

Tinggalkan komentar