5 Langkah Membuat Konsep Blog [MONEY ORIENTED]

Kenapa harus membuat konsep blog sebelum membangun situs pertama Anda?

Layaknya hasil kerja arsitek. Sebelum Anda membangun gedung besar diperlukan konsep, perencanaan, perhitungan, hingga jadwal pembangunan agar proyek yang dikerjakan sukses 100%.

Jadi konsep blog adalah perencanaan panjang untuk situs yang akan Anda bangun. Mulai dari tujuan, orientasi monetize, biaya pembangunan, perawatan, materi blog, hingga produksi konten.

Dengan beberapa poin penting di atas blog yang Anda bangun bukan hanya lebih kokoh, tetapi juga lebih nyaman, tujuannya jelas, pengembangannya juga lebih mudah, serta gol besar Anda juga makin cepat tercapai.

Coba perhatikan gambar ini sebelum kita lanjut diskusi.

Pertanyaan saya; untuk membangun gedung seperti ini kira-kira butuh perencanaan detail atau asal bangun saja?

Silahkan simpan saja jawabannya.

Dan apakah Anda kira situs-situs besar layaknya;

  • Jalantikus.com
  • IDNtimes.com
  • Hipwee.com
  • Kumparan.com
  • Storial.co
  • dan seterusnya

semua itu dibangun tanpa konsep blog?

Sekali lagi, simpan saja jawabannya Anda.

Jika Anda sudah paham betapa pentingnya membuat konsep blog, pertanyaan yang muncul adalah;

Bagaimana Cara Membuat Konsep Blog?

ya kan?

Berangkat dari sini saya membuat tulisan ini. Saya ingin berbagi sedikit pengetahuan saya tentang cara membangun konsep blog yang efektif dan money oriented.

Kiranya ada beberapa poin yang perlu Anda pelajari agar konsep blog yang Anda bangun baik dan benar.

  1. Tujuan Blog;
  2. Monetize Blog;
  3. Biaya Pembuatan Blog;
  4. Konten Blog;
  5. Produksi Konten;

Silahkan duduk dengan tenang, siapkan teh hangat atau secangkir kopi agar apa yang Anda baca lebih mudah dipahami.

Silahkan tutup laman ini jika kondisi Anda sekarang tidak di tempat / keadaan yang kondusif.

Bisa dimulai? baik, mari kita mulai dari …

1. Tujuan Blog

konsep blog

Dalam konsep blog, tujuan Blog berguna sebagai haluan proses blogging yang Anda jalani ke depannya. Dengan adanya tujuan blog Anda tidak mudah goyah, lebih semangat, orientasinya jelas, dan gol Anda akan lebih cepat tercapai.

Tujuan Blog berisi sejumlah visi dan orientasi utama dalam proses blogging. Dari visi dan orientasi tersebut kemudian diturunkan menjadi ide-ide kecil, termasuk ide konten, yang nantinya menjadi konten blog Anda.

Saya berikan contoh.

Blog saya ini, Candrabi.com, juga memiliki tujuan besar. Coba pahami tujuan blog ini;

“Candrabi.com sebagai blog yang fokus membahas Blogging dengan tujuan Personal Branding yang output-nya ke Transaksi

Ada 3 poin penting dari tujuan di atas.

  1. Membahas Blogging
  2. Personal Branding
  3. Transaksi

artinya … (membacanya terbalik)

Tujuan utama saya adalah bisnis online (transaksi). Sebelum tujuan tersebut tercapai, saya perlu membangun personal branding agar calon pelanggan setia saya percaya dan paham akan produk yang saya jual.

Nah, untuk membangun kepercayaan tersebut serta memberikan pemahaman tentang produk, saya perlu menulis konten yang berkaitan dengan produk yang akan jual nanti, yakni blogging.

Perlu saya berikan catatan, tujuan blog saya di atas merupakan hasil pengamatan saya pada pola ngeblog Mas Sugeng, si empunya Sugeng.id.

Sampai di sini Anda paham?

Jika belum, saya berikan contoh yang lebih ril, yakni Sugeng.id dan Arlinadzgn.com.

Kedua blog di atas memiliki pola yang hampir mirip. Keduanya sama-sama membahas blogging. Keduanya merupakan blogger senior. Uniknya adalah, keduanya juga sama menjual produk berupa template blog.

Dari pola sederhana itu saya mengambil kesimpulan;

Kepercayaan pembaca dan calon pelanggan pada Sugeng.id dan Arlinadzgn.com dibangun atas 2 pilar. Pertama, konten panduan blog. Kedua, template blog gratis.

Setelah kepercayaan calon pelanggan terbangun kokoh, secara tidak langsung personal branding keduanya juga makin kuat.

Ketika personal branding sudah kuat, selanjutnya keduanya menjalankan eksekusi terakhir, yakni menjalankan bisnis online berupa jualan template blog premium.

BOOM!

Template dari kedua blog ini meledak! laku keras!

Apakah Anda sudah paham?

Saya ulangi lagi, cara membacanya harus dibalik.

Tentukan tujuan besar Anda. Kemudian apa yang Anda perlukan agar tujuan tersebut lebih cepat tercapai. Nah, untuk mencapai tujuan tersebut konten apa yang harus Anda buat.

Tips Membuat Tujuan Blog

Ada sedikit tips dari saya cara membuat tujuan blog.

  1. Buat tujuan blog yang besar dan realistis
  2. Rangkum tujuan blog Anda semudah dan sesingkat mungkin. Intinya agar mudah diingat
  3. Tentukan apa goal utamanya, apa metodenya dan konten apa yang diperlukan

Sudah cukup.

2. Monetize Blog

Sedikit catatan. Tidak semua blogger ingin me-monetize blognya.

Artinya, ada blogger yang hanya ingin menulis saja, tanpa perlu memonetize blognya. Ya mungkin sudah kebanyakan uang, hehehe.

Tapi kalau tampang-tampang seperti Anda, ya rugi banget dong kalau ngeblog tanpa dimonetize. Ya nggak? :p

Saya jelaskan sedikit tentang pengertian monetize blog ala saya.

Monetize Blog adalah upaya mengonversikan hasil karya di blog menjadi penghasilan, baik dengan metode layanan iklan, transaksi, kompetisi maupun edukasi.

Jika melihat konsep blog Candrabi.com, saya memonetize blog ini mayoritas melalui transaksi. Diantaranya;

  • Jasa Backlink
  • Jasa Install
  • Jasa DR / DA PA
  • Jasa Artikel SEO
  • Content Placement
  • Kursus Online
  • eBook
  • Adsense (alternatif)

Tentu ada alasan kenapa saya menggunakan cara di atas untuk menghasilkan uang dari blog.

  1. Karena Adsense sifatnya regulator. Jadi saya hanya jadi pengikut dan tidak ada wewenang sedikit pun dalam menentukan hal itu. Akibatnya, jatuh bangunnya pendapatan Adsense, saya tidak bisa melobi. Hanya bisa mengekor sesuai kebijakan.
  2. Saya tidak jago berkompetisi, baik itu kompetisi menulis di blog maupun kompetisi SEO. Jadi ya, biarlah itu dinikmati blogger-blogger lain.

Perlu Anda ketahui juga bahwa penentuan metode monetize pada konsep blog, juga menentukan gaya ngeblog Anda, hal-hal yang perlu Anda lakukan.

Misal, ketika Anda menetapkan Google Adsense sebagai metode monetize blog, maka Anda perlu;

  • Menulis kontan berdasarkan riset kata kunci
  • Optimasi blog sampai ke laman 1 Google
  • Mendapatkan visitor yang banyak dari banyak sumber
  • Meningkatkan CPC Adsense
  • Menaati kebijakan Adsense

kurang lebih itu kan?

Berbeda dengan saya. Gol berupa transaksi mengharuskan saya untuk;

  • Membuat produk berkualitas dan solutif
  • Memberikan edukasi ke calon pembeli
  • Meningkatkan kepercayaan calon pembeli
  • Mengonversi visitor menjadi transaksi
  • Melayani mereka secara maksimal dan sesuai harapan

Berbeda sekali kan cara ngeblog saya dengan mereka yang menjadikan Google Adsense sebagai metode monetize utama blognya.

Jadi, tentukan metode apa yang ingin Anda jalankan. Yang penting Anda bisa, menguasai dan nyaman dengan metode tersebut.

Monetize blog tidak melulu dengan Adsense. Jika Anda jago afiliasi, ya maksimalkan afiliasi. Jika Anda jago membuat produk, ya maksimalkan produk Anda.

Jangan dikerucutkan bahwa cara mendapatkan uang dari blog hanyalah dari Google Adsense.

SALAH!

Ada puluhan metode untuk mendapatkan uang dari blog. Bermainlah lebih jauh. Jangan diam di tempurung Adsense saja yang mengakibatkan mata Anda tertutup dari indahnya wahana di luar sana.

Sekali lagi saya katakan, metode monetize blog sangat menentukan gaya ngeblog Anda, jangka pendek maupun jangka panjang.

Jadi pilihlah metode monetize blog yang tepat dan nyaman bagi Anda. Semua metode SAMA-SAMA BERPOTENSI memberikan penghasilan yang besar. Semua sama-sama legit, asalkan Anda menjalaninya dengan benar dan konsisten.

Oke?

3. Biaya Pembuatan Blog

konsep blog

Ini tidak berguna bagi Anda yang kelebihan uang. Silahkan SKIP saja dan lanjutkan ke bagian berikutnya.

Terkhusus Anda yang masih awal / pemula, simak ini baik-baik ya.

Kenapa biaya pembuatan blog penting untuk diperinci?

Karena Anda pemula. Karena Anda berada di ranah perencanaan. Karena Anda akan membangun blog yang memiliki tujuan besar. Karena Anda harus balik modal!

Dan, biaya pembuatan blog sangat bergantung pada konsep dan fitur yang Anda perlukan.

Berikut saya rincikan biaya pembuatan blog berdasarkan kebutuhan awal.

A. Blogspot Tanpa Domain TLD

DOMAIN TLDRp. 0,-
HOSTINGRp. 0,-
TEMPLATERp. 0,-
PLUGINRp. 0,-
TOOLSRp. 0,-

B. Blogspot Pakai Domain TLD

DOMAIN TLDRp. 50K – 300K,-
HOSTINGRp. 0,-
TEMPLATERp. 0,-
PLUGINRp. 0,-
TOOLSRp. 0,-

C. Blogspot Pakai Domain TLD + Template Premium

DOMAIN TLDRp. 50K – 300K,-
HOSTINGRp. 0,-
TEMPLATERp. 100K – 300K,-
PLUGINRp. 0,-
TOOLSRp. 0,-

D. Blogspot Pakai Domain TLD + Template Premium + Tools

DOMAIN TLDRp. 50K – 300K,-
HOSTINGRp. 0,-
TEMPLATERp. 100K – 300K,-
PLUGINRp. 0,-
TOOLSRp. 100K – 500K,-

*Biaya di atas juga berlaku untuk WordPress.com

E. WordPress Self Host

DOMAIN TLDRp. 50K – 300K,-
HOSTINGRp. 250K – 1000K,-
THEMERp. 100K – 1000K,-
PLUGINRp. 100K – 1000K,-
TOOLSRp. 300K – 5000K,-

*Kebutuhan WordPress Self Host sangat beragam, tergantung seberapa banyak fitur yang Anda butuhkan

Sebagai pertimbangan khusus Anda yang permula, silahkan baca Pilih Blogspot atau WordPress Self Host agar tahu apa saja perbedaan keduanya dan mana yang cocok untuk Anda.

Untuk blog Candrabi.com sendiri biayanya cukup terjangkau. Berikut rinciannya;

DOMAIN TLDRp. 120K,-
HOSTINGRp. 800K,-
THEMERp. 700K,-
PLUGINRp. 500K,-
TOOLSRp. 500K,-

Jadi totalnya Rp,2.620.000,- sedangkan biaya tahunannya sebesar Rp,1.420.000,-.

Angka segitu saya bilang sangat murah karena profit yang saya dapatkan dari blog ini sudah bisa menutupi modal awal dan biaya tahunan. Itu pun masih sisa sangat banyak :p *(bukan sombong, tapi fakta)

Kira-kira berapa biaya pembuatan blog Anda?

4. Konten Blog

KONSEP BLOG

Selanjutnya adalah konten blog. Dalam membuat konsep Blog ada serangkaian proses yang musti Anda lakukan.

  • Pertama, konsep konten blog ditentukan dari perluasan dari / topik blog Anda.
  • Kedua, konten blog ditentukan dari turunan gol blog Anda

Jika Anda berpatokan pada niche / topik blog, maka Anda perlu membuat batasan-batasan pembahasan konten.

Misalnya Anda ingin membangun blog tekno. Tahap pertama, Anda perlu membatasi bidang apa yang akan dibahas. Apakah ponsel, apakah laptop, apakah komputer, apakah mikrotik, atau yang lain.

Dengan memberikan spesifikasi / batasan, proses blogging akan lebih mudah dan efektif. Anda bisa menjadi spesialis di bidang tersebut. Pun untuk pengembangan dan monetize blog, Anda juga jauh lebih leluasa. Bisa ke Adsense, afiliasi, content placement atau space iklan mandiri.

Jika Anda berpatokan pada gol blog, ya jatuhnya seperti saya ini. Oleh karena gol saya transaksi di bidang blogging, ya mau tidak mau konten yang saya bahas adalah blogging, bukan peternakan apalagi perikanan. :p

Nah, setelah menentukan pilihan dari kedua hal di atas, langkah selanjutnya ialah riset keyword.

Fungsinya selain agar konten yang ditulis maksimal dan berpotensi masuk ke laman 1 Google, konten yang akan diterbitkan juga tidak keluar jalur, lebih sistematis dan fokus.

Saya ambil contoh blog Candrabi.com

Di blog ini ada 3 pembahasan utama, yakni belajar ngeblog, belajar SEO dan belajar menulis.

Dari masing masing pembahasan utama ada bahasan turunan yang bisa Anda lihat di bagian dasbor.

konsep blog

Nah, disinilah pentingya riset keyword dan penyusunan silabus. Saya bisa mengisi blog Candrabi.com secara sistematis dan tidak keluar batasan.

Dalam pembuatan konten pun juga lebih mudah. Saya tidak perlu mencari ide untuk artikel selanjutnya. Semua tinggal melanjutkan sesuai rute yang ditentukan sebelumnya.

Saya berikan simulasi lagi agar Anda benar benar paham.

Saya ambil contoh konsep blog niche / topik Wisata dan Kuliner di Jawa Timur, cek di bawah ini.

Dari konsep di atas blog tersebut fokus membahas wisata dan kuliner. Secara zonasi hanya fokus di Jawa Timur. Selebihnya bisa Anda cek sendiri di atas.

“Sesuatu yang tidak terkonsep pasti akan berantakan”.

Candra Bi

Jadi konsep konten blog hanya berlaku untuk satu niche dong?

Tidak juga. Anda juga bisa membuat konsep konten untuk banyak niche. Tapi perlu diingat, satu niche saja sudah bisa dijabarkan ke banyak hal, apalagi banyak niche.

Kalau Anda mampu, ya why not?

Sampai di sini paham kan?

5. Produksi Konten

Dalam konsep blog perihal produksi konten juga penting dipikirkan.

  • Apakah Anda akan menulis sendiri?
  • Apakah Anda harus membeli konten?
  • Apakah Anda perlu mencari pegawai sebagai penulis?
  • Apakah Anda ingin menggunakan tools?
  • atau bagaimana?

Nah, masing masing bergantung pada kemampuan, kesempatan, keuangan dan efektivitas.

Coba perhatikan simulasi di bawah ini.

  • Jika Anda menulis sendiri, Anda butuh waktu luang 1 – 2 jam untuk menulis konten.
  • Jika Anda membeli konten, Anda perlu mengeluarkan biaya 10.000 – 100.000 untuk satu konten.
  • Jika Anda mencari pegawai sebagai penulis, Anda perlu mengeluarkan biaya setara dengan UMR tempat dia tinggal / dipekerjakan.
  • Jika Anda menggunakan tools, Anda perlu mengeluarkan biaya 300.000 – 3.000.000 untuk membelinya.

Kira kira mana yang lebih efektif untuk Anda?

Yah, perlu diingat, semua opsi di atas masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Jadi semua kembali ke masing masing dan jangan sekali-kali memaksakan.

Kalau untuk Candrabi.com, saya menggunakan opsi pertama, menulis sendiri. Selain karena saya full time blogger, saya juga suka menulis.

Sebetulnya ada opsi lain, yakni mengikuti kursus ternak konten. Kursus ini akan mengajarkan pada Anda teknik produksi 50 -100 konten SEO perharinya.

  • Menghemat waktu
  • Menghemat pikiran
  • Menghemat energi
  • Menghemat biaya
  • Tidak perlu tools
  • Harganya juga murah, cuma Rp,100.000,– saja

Mau tahu infonya?

Bisa Anda baca di laman Strategi Ternak 50 – 100 Konten SEO / Hari

Saya sendiri juga menggunakan metode ini untuk mengisi sebagian blog saya.

Pun dengan rekan-rekan yang sudah ikutan, mereka yang awalnya menghabiskan biaya 500.000 sampai 3.000.000 hanya untuk membeli konten, kini mereka hampir tidak pernah beli konten SEO lagi.

Loh, kenapa harus beli kalau bisa produksi konten SEO sendiri? 50 – 100 konten perhari loh. Bayangin coba …

Kalau misalnya Anda ingin menggunakan tools, Page Generator Pro misalnya, itu juga lumayan mahal. Harganya sekitar $99, lumayan kan?

Mas jual?

Nah, karena saya baik, saya menyediakan tools tersebut untuk Anda. Supaya Anda lebih santai, waktu luang bisa buat main game dan tidak pusing mikirin konten.

Cukup Rp,250.000,- saja Anda bisa membawa pulang tools Page Generator Pro (versi luar), unlimited Web beserta LISENSINYA.

So, konten adalah raja, tapi terkadang konten juga menjadi masalah serius bagi sebagian blogger.

Jadi tentukan konsep produksi konten Anda. Jangan biarkan blog Anda terbengkalai lantaran masalah konten.

Kalau ada yang lebih praktis kenapa harus yang ribet?

Kesimpulan

Konsep blog sifatnya penting. Semua blog yang sukses dan besar pasti dibangun dengan konsep yang besar pula.

Tidak merencanakan sukses, sama nilainya merencanakan gagal.

Silahkan simak video di bawah ini untuk menambah materi atau menambah pemahan Anda.

Okey, cukup sekian pembahasan saya tentang konsep blog. Semoga bermanfaat dan bisa Anda aplikasinya.

Jika ada pertanyaan tentang konsep blog, kursus Ternak Konten SEO, tools Page Generator Pro atau theme WordPress Premium, silahkan hubungi saya melalui laman KONTAK.

Terima kasih.

6 pemikiran pada “5 Langkah Membuat Konsep Blog [MONEY ORIENTED]”

  1. Wah mantap nih pembahasannya,, jadi lebih memikirkan konsep blog saya & merubah mindset blogger pemula soal Adsense bukanlah satu satunya jalan emas menuju sukses

    Balas
  2. Selama ini buat konten harus butuh waktu berjam jam, bahakan blog yang saya buat adalah nice campuran tanpa menggunakan konsep sehingga arah konsep dari saya entah kemana arahnya, namun dari artikel mas candra bi ini makin buat saya lebih paham ke mana arah tujuan blog yang sudah saya bangun, meskipun blog sudah berjalan cukup lama, namun dari artikel mas candra benar benar menginspirasi.

    di waktu senggang saat semangat turun dalam menulis saya cukup baca artikel mas candra bikin semangat lagi nulis,

    Balas

Tinggalkan komentar