Blogspot atau WordPress Self Hosted, Sebaiknya Pilih yang Mana?

Mas saya ingin mulai ngeblog, enaknya pakai Blogspot atau WordPress Self Hosted ya?

Pakai WordPress Self Hosted, titik!

Sudah saya jawab kan? cepat, singkat, tegas tapi belum bisa dipahami.

Agar Anda paham kenapa saya merekomendasikan WordPress Self Hosted, bacalah artikel ini sampai selesai. Sekali lagi, sampai selesai. Oke!

Catatan!

Jika Anda belum membaca BAB sebelumnya, mulailah dari sini, “Belajar Ngeblog Untuk Pemula, 11 Materi Pokok”

Pilih Blogspot atau WordPress Self Hosted?

Catting a.k.a Catatan Penting!

Untuk membandingkan Blogspot dengan WordPress Self Hosted, saya akan menggunakan beberapa pendekatan. Diantaranya;

  1. BIAYA;
  2. PENGGUNAAN;
  3. KEAMANAN;
  4. PERFORMA;

Mari kita mulai.

1. BIAYA

Biaya menjadi faktor terpenting bagi manusia +62 dibandingkan penggunaan, performa, apalagi faktor keamanan.

“Kalau bisa gratis, kenapa harus berbayar?” itu prinsip utamanya.

Namun sayangnya, tak selamanya Blogspot itu GRATIS dan tak selamanya WordPress Self Hosted itu MAHAL.

Perhatikan ini.

Biaya Awal

Jika ingin mulai dan belum tahu apa-apa tentang blogging, saran saya;

  • Perbanyak wawasan seputar blogging dan penggunaannya
  • Baca jenis-jenis blog agar Anda tidak salah memilih
  • Tata rencana Anda ketika mau mulai ngeblog

Setelah sedikit banyak tahu perihal blogging, selanjutnya tengoklah isi dompet Anda.

  • Jika saldo Anda di bawah 100 ribu, pakai saja Blogspot. Tidak perlu beli domain, apalagi sewa hosting.
  • Jika saldo Anda di atas 200 ribu, beli saja domain dan gunakan Blogspot sebagai platform blognya.
  • Jika saldo Anda di atas 400 ribu, sewalah hosting 300 ribuan pertahun yang gratis domain.

Biaya Penggunaan

Mau tidak mau, cepat atau lambat, Anda akan mengeluarkan biaya penggunaan. Baik platformnya Blogspot maupun WordPress Self Hosted.

Biaya penggunaan meliputi;

  1. Artikel SEO. Ketika Anda mulai malas menulis
  2. Backlink. Ketika Anda mulai doyan optimasi SEO tapi belum tahu cara mendapatkan backlink berkualitas
  3. Theme / Template. Ketika Anda terhanyut dalam keasyikkan gonta-ganti tampilan blog

… cepat atau lambat, setidaknya 3 hal itu yang akan Anda lalui suatu saat nanti.

Berapa biayanya?

Nama ItemHarga
Artikel SEORp, 20.000 – Rp, 70.000
Theme / TemplateRp, 100.000 – Rp, 1.000.000
BacklinkRp, 50.000 – Rp, 5.000.000

Memang iya, untuk pembuatan Blogspot non domain TLD memang gratis. Tapi secara penggunaan / maintenance, potensi mahalnya SAMA.

Pun dengan WordPress Self Hosted, untuk pembuatan awal memang dikenakan biaya. Tapi secara performa dan maintenance, saya yakin jauh lebih OKE dibandingkan Blogspot.

Kesimpulan

Cepat atau lambat, segratis-gratisnya Anda menggunakan blogspot, pasti akan mengeluarkan biaya juga. Cepat atau lambat, itu pasti.

Semahal-mahalnya WordPress Self Hosted, Anda akan terpuaskan juga dengan performanya. Cepat atau lambat, itu pasti.

2. PENGGUNAAN

Bagaimana secara penggunaan?

WordPress Self Hosted jauh lebih rumit, titik!

Kenapa rumit? Karena jika diibaratkan hunian, WordPress Self Hosted seperti rumah Anda sendiri.

Anda wajib membayar pajak tahunan jika ingin tetap tinggal, mengatur penataan, menjaga keamanan secara mandiri dan masih banyak lagi.

Semua ada di tangan Anda. Anda bebas membuat dan mengisinya dengan apa saja.

Anda yang berkuasa. Anda yang mengelola dan Anda pula yang bertanggung jawab secara penuh.

Tidak ada kata pelanggaran, oke.

Beda cerita dengan Blogspot. Penggunaannya sangat mudah dan cenderung lebih sederhana.

Tidak terlalu banyak konfigurasi yang dibutuhkan. Soal desain dan segala pengelolaan pun sama, sudah banyak praktisi blogspot yang membagikannya secara GRATIS, seperti situs arlinadzgn.com ataupun sugeng.id.

Jadi kalau Anda tidak ingin ambil pusing, mungkin Blogspot bisa jadi alternatif terbaik.

Tapi …

… di balik kemudahan Blogspot, ada sejumlah hal yang perlu Anda ingat.

  1. Kapasitas penyimpanannya terbatas
  2. Ada sejumlah aturan yang wajib Anda taati. Ya iyalah, kan Anda numpang, jadi wajar dong ada aturan.
  3. Jika suatu saat Anda melanggar kebijakan, bisa dinonaktifkan sewaktu-waktu. Tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Anda hanya numpang, jadi harus tahu diri dengan aturan yang berlaku.

Coba cek tabel berikut ini.

WORDPRESS

EnaknyaGak Enaknya
Fiturnya melimpahRibet dan rumit
Kapasitas tergantung saldoAda biaya tahunan
Bebas, tidak ada aturanKeamanan lebih rentan

Bagaimana dengan Blogspot?

BLOGSPOT

EnaknyaGak Enaknya
Gratis, tanpa tagihan tahunanKapasitas terbatas
Simpel & mudah dipelajajariAda aturan khusus
Panduannya banyaaaakFiturnya sedikit
  • Jika sama-sama capeknya,
  • Jika sama-sama mikirnya,
  • Jika sama-sama butuh biayanya,
  • Jika Anda punya modal 300 ribu,

Kenapa harus pakai Blogspot? Kan hanya beda biaya awal doang Bambang!

Framing banget ya?

3. KEAMANAN

Merujuk pada nasehat Mr. X di film Who am I, “tidak ada sistem yang aman.”

Memang benar adanya. Sekuat apapun sistem keamanan yang dibangun, pasti akan jebol juga suatu saat nanti.

Apalagi untuk Blogspot dan WordPress Self Hosted …

Keduanya tentu memiliki manajemen keamanan yang berbeda.

Blogspot didukung penuh oleh Google, baik secara hosting maupun SSL. Meski begitu bukan berarti Blogspot tidak bisa dibobol.

Tak sedikit kejadian akun blogspot yang diretas melalui kelalaian pengguna, khususnya via akses ke Gmail, sebab sampai saat ini akses menuju Blogspot masih mengandalkan Gmail.

Jadi kalaulah sama-sama awamnya soal sistem keamanan, lebih baik pakai Blogspot daripada WordPress Self Hosted.

Loh, loh, tadi belain WordPress Self Hosted, kok sekarang Blogspot?

Kan memang faktanya demikian. WordPress Self Hosted yang mengandalkan kemampuan si pengelola tentu sangat rentan jika si empunya tak paham soal keamanan.

Mungkin si empunya hanya memasang beberapa plugin keamanan dan menambahkan SSL berbayar. Itu pun kalau saldo dompetnya mencukupi. Kalau lagi tipis, paling-paling pakai SSL Cloudflare / SSL Lets Encrypt.

Ya kan?

Tapi jangan khawatir. Pihak penyedia hosting pasti tak ambil diam ketika situs Anda dalam masalah, terutama soal keamanan.

Beberapa penyedia hosting, seperti Niagahoster memberikan jaminan penuh soal kemananan pada seluruh pengguna layannya. Jika terjadi peretasan pada situs Anda, Anda bisa langsung melapor dan tim akan segera menangani.

Dalam hal keamanan, saya lebih menjagokan Blogspot daripada WordPress Self Hosted.

BlogspotWP Self Hosted
Langsung GOOGLEDiri Sendiri
Lebih santai meski awamDeg-deg’an ketika awam
Penanganan lamaPenanganan cepat

Ngomong-ngomong soal keamanan, memangnya apa sih isi situs Anda kok sampai-sampainya jadi incaran hacker?

Kalau konten saja masih suka copas, mending gak perlu mikirin keamanan deh. :p

Langsung pakai WordPress Self Hosted saja!

4. PERFORMA

Sebetulnya ini yang paling penting. Urusan performa tetap menjadi hal yang paling fundamental ketika Anda mau menggunkan sesuatu.

Namun bicara performa tentu tidak bisa lepas dari perangkat atau fitur-fitur yang dimiliki. Semakin banyak fiturnya, semakin bagus fiturnya, tentu menunjang performa yang dihasilkan.

Jadi, bagus WordPress Self Hosted dong?

Sebetulnya IYA. Tapi dibalik kelimpahan fitur yang dimiliki WordPress Self Hosted tetap ada prinsip yang tak bisa disepelekan.

“Semua kembali ke PILOT”

… alias, semua kembali ke pengguna masing-masing.

Meski Anda diberikan hosting terbaik, paling cepat speednya, paling tinggi up time-nya, tapi kalau Anda awam banget soal optimasi, hasilnya ya sama aja.

Pun sebaliknya, meski diberikan blogspot, tanpa domain TLD, tanpa template berbayar, tapi kalau Mas Sugeng yang jadi pilot, ya pasti auto WUSSSH.

Kenapa bisa saya katakan WUSHH, karena Mas Sugeng sudah pengalaman di bidang Blogspot dan paham betul soal seluk beluk Blogspot.

Belum lagi dia juga paham bahasa HTML, maka performa blog yang dia kelola tentu bisa melampaui WordPress Self Hosted yang dikelola pengguna awam.

Perlu dicatat, penguasaan bahasa HTML sangat menunjang performa Blogspot yang Anda kelola. Sebab Blogspot mayoritas didominasi oleh HTML.

Apakah selepas Anda menggunakan WordPress Self Hosted akan terlepas dari Blogspot?

Hahaha, tidak. Apalagi kalau Anda masuk ke ranah SEO, Anda pasti membutuhkan koleksi Web 2.0 terbaik sebagai ladang backlink. Salah satunya ya Blogspot.

5. SARAN

Membaca ulasan sederhana dan agak ngawur di atas, Anda bisa melihat betapa saya menyarankan Anda menggunakan WordPress Self Hosted.

Apa sebenarnya alasan utama saya menyarankan demikian? bukankah Blogspot juga mampu bersaing di mesin pencarian?

Pertama, ketika Anda ingin pindah ke WordPress Self Host

Nah, perpindahan dari Blogspot ke WordPress Self Host, termasuk kontennya, akan memberikan dampak buruk ke posisi web.

Kenapa?

Karena url konten akan berubah mengikuti fitur WordPress.

Perhatikan ini …

url blogspot
url wp

… dari contoh url di atas, bisa Anda lihat karaktersitik keduanya.

Apalagi kalau Anda tidak pakai TLD, ambyar sudah.

Kedua, CMS Terpopuler di Dunia

cms wordpess self hosted
Sumber : ionos.com

Sebagian blogger mengatakan kalau WordPress Self Hosted lebih rumit dibanding Blogspot.

Iya, itu benar. Saya pun mengatakan hal yang sama.

Tapi di balik kerumitannya ada sesuatu yang jauh lebih besar, yakni performa dan keterampilan kompleks.

Anda akan belajar mengatur dan memanajamen situs dengan CMS terpopuler di dunia.

Jadi kalaulah hari ini Anda masih pemula, itu sama nilainya Anda sedang belajar mengelola situs BBC America, Time, The Rolling Stones, Beyonce, TechCrunch, termasuk blog Candrabi.com.

Kok bisa?

Yaps, karena semua situs di atas menggunakan WordPress Self Hosted.

Ketiga, hanya modal 300 – 400 ribu doang

wordpress self host
Sumber : Jetorbit

Dibanding pengalaman yang akan Anda dapatkan nominal 400 ribu sudah tak ada artinya.

Anda akan diajak menjelajahi dunia web yang lebih profesional, kompleks, penuh optimasi dan dengan desain yang begitu banyak, cukup dengan 400 ribu doang.

Jadi saya kira lebih baik Anda menabung terlebih dulu sebelum memutuskan terjun bebas di dunia blogging.

Jika sudah terkumpul 400 ribu, silahkan terjun secara totalitas tanpa keraguan sedikit pun.

Saya yakin, semakin Anda sungguh-sungguh belajar dan menekuni dunia blogging via jalur WordPress Self Hosted, kesuksesan yang Anda dapat juga jauh lebih besar.

Apalagi kalau hanya sekedar finansial, tentu sangatlah mudah!

Sampai di sini paham?

Penutup

Baiklah, sampailah kita di ujung pembahasan ini.

Jadi, begitulah saran saya untuk menutup perbincangan antara Blogspot atau WordPress Self Hosted.

Dan bila Anda bingung untuk memulainya, tak perlu malu-malu buat berdiskusi atau bertanya.

Saya selalu terbuka jika berkenaan dengan blogging. Silahkan hubungi saya via laman Kontak, InsyaAllah akan saya bantu sebisa dan semaksimal mungkin.

Cukup sekian dan terima kasih.

11 pemikiran pada “Blogspot atau WordPress Self Hosted, Sebaiknya Pilih yang Mana?”

  1. Saya gagal paham dengan blogspot kapasitasnya terbatas, bukankah self hosted yang terbatas karena membeli hosting sesuai kantong. belum lagi diperparah jika trafiic melonjak, wp self hosted yang “terbatas” bisa apa? sementara blogspot yang notabene numpang di google, ketika trafic melonjak, masih selow selow aja. gak ada error. Saya pernah tonton video mastimon di youtube, doi bilang, pernah dapat lonjakan traffic hingga 5000 USER. ingat 5000 user… gak goyang sama sekali itu blog mastimon. Saya kira, sampean harus lebih detail terkait “kapasitas terbatas” pada blogspot.

    Balas
    • Anda gagal paham memahami apa yang saya tulis.
      Pertama, tidak ada catatan atau blogger yang mengatakan kapasitas Blogspot itu tak terbatas. Untuk mengetahui seberapa besar kapasitas host yang disediakan untuk Blogspot, silahkan baca situs penyedia hosting, seperti Niaga, situs luar negeri seperti Wp Beginner, dll.

      Kalau untuk traffik, itu berbeda. Duhg, nanti saya buatkan deh tentang istilah-istilah hosting, biar Anda paham apa itu SSD pada Hosting, apa itu RAM pada hosting dan kapasitas.

      tks sudah mampir

      Balas
      • Memang semua hosting ada batasnya, tak terkecuali VPS. VPS pun ada batasan kapasitas penyimpanannya, makin gede tentu makin mahal. Apalagi shared hosting. Blogspot pun pasti ada batas penyimpanannya. Setiap akun Google itu diberikan akun penyimpanan gratis sebesar 15 GB, yg digunakan bersama untuk Google Drive, Gmail, dan Google Foto. Sy tidak tahu apakah blog itu termasuk juga atau beda penyimpanan. Yg pasti setiap akun Google diberikan jatah unt 100 blog.

        Sebetulnya tidak perlu dipersoalkan ant wordpress dan blogspot. Kalau bicara powerful, pastilah wordpress self hosted yg juara. Tapi kembali juga kepada faktor kapasitas pengguna dan kebutuhannya. Kalau kita tidak butuh fitur yg hebat2, ngapain jg maksakan harus WP. Ibaratnya, kalau kita mau beli mobil buat ngangkut barang kelontong ke pasar, apa iya sih beli mercy???
        Sehebat apa fitur WP, kalau kapasitas penggunanya tidak mumpuni, jg tidak maksimal penggunaannya. Tetap faktor man behind gun pegang peranan.

        Sy pribadi ngerti ant blogspot dan WP, sy pernah pnya blog dg WP, tp sy akhirnya lebih memilih blogspot karena kebutuhan saya sdh diwadahi dg blogspot. Cukup beli domain Tld untuk custom. Faktor utama saya pilih blogspot karena tidak mau diribetkan dg urusan maintenance blog, setting theme dan plugin. Kalau suatu saat Google punya fitur premium berbayar unt blogspot, saya pasti daftar.

      • Ibaratnya gini mas gan. Komputer agan RAM 2GB mampu ngga ? nonton youtube, game dota 2, rendering, browsing 10 tab. semua itu tidak mungkin bisa dengan RAM 2GB.

        website juga sama mempunyai RAM dari komputer servernya. Kalau pengunjung secara bersamaan menyerbu mana kuat. Apalagi belum termasuk fitur yang ada dalam website.

  2. Masih awam & dana cetek. Alhamdulillah ada sedikit ilmu optimasi blogspot & content, yang akhirnya bisa menjadi conversi ke order & repeat order terhadap produk sendiri. Ingin sekali migrasi ke WP juga dibarengi peningkatan keterampilan setelah dana mencukupi. Terimakasih atas informasinya sangat bermanfaat.

    Balas
  3. Semua yang mas candra katakan di atas sudah saya alami dan masih berjuang hingga saat ini. Semoga kita semua diberikan kemudahan khusus nya dalam dunia blogging ini.

    Balas
  4. Luar bisa, saya suka dengan penjabaran mas bi meskipun belum sempat ketemu langsung….

    Intinya harus sesuai kebutuhan si pengguna ya, lebih baik pakai yang mana itu sangat subjektif

    Thanks mas sukses selalu
    Salam dari Gresik

    Balas
  5. semua tergantung budget. menurut saya yang sudah coba. blogspot jauh lebih rumit dibandingkan wordpress.

    blogspot
    1. Editing lebih rumit
    2. Kita tidak punya jaminan blog akan di hapus atau tidak
    3. fiturnya standar

    wordpres
    1. Editing jauh lebih mudah
    2. Fitur beragam sesuai isi dompet
    3. Optimasi seo lebih komplek

    Balas

Tinggalkan komentar